Resume Materi Hari Kedua PKKMB UNUSA

Tema: Perguruan tinggi di era digital dan revolusi industri

Oleh: Bapak Ainun Najib Ahli IT Indonesia

Di era digital dan revolusi industri 4.0, perguruan tinggi menghadapi tantangan besar untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi yang begitu cepat. Salah satu yang menjadi sorotan utama dalam era ini adalah hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). AI mampu bekerja dengan sangat cepat dan efisien dalam hal optimalisasi, pengolahan data, maupun pekerjaan rutin. Namun, di sisi lain, ada hal-hal yang tidak bisa digantikan oleh mesin, yakni aspek kemanusiaan, empati, kreativitas, dan kemampuan menyusun strategi. Jika digambarkan dalam sebuah kuadran, maka posisi ideal bukanlah manusia murni atau AI murni, melainkan kombinasi keduanya. Sinergi antara manusia dan AI mampu menghasilkan kinerja terbaik namun manusia tetap menjadi pusat kreativitas dan kemanusiaan, sementara AI mendukung melalui kecepatan, analisis, dan otomatisasi.

Dalam memanfaatkan teknologi, termasuk AI, ada prinsip yang perlu selalu dipegang, yaitu prinsip 5A. Pertama adalah Adab, yaitu menjaga etika dalam bertanya, berpikir, dan berinteraksi di ruang digital. Kedua adalah Amanah Data, yaitu menjaga kerahasiaan data pribadi dan meminimalisasi penyebaran informasi sensitif. Ketiga adalah Akurasi, dengan selalu melakukan verifikasi terhadap sumber informasi, terutama di bidang penting seperti kesehatan. Keempat, Akses, yang menekankan bahwa teknologi seharusnya memudahkan bukan membuat sebagian orang tersisih. Terakhir adalah  Akuntabilitas, yang berarti transparan dalam penggunaan AI, mencatat perannya, serta memahami batasan yang dimiliki teknologi ini.


Tema: Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

Oleh: Prof. Dr. Haryono Umar, SE., Ak., M.Sc., CA


Penting untuk kita sadari bahwa korupsi tidak selalu soal pejabat besar, tapi bisa dimulai dari kebiasaan kecil mahasiswa, seperti titip absen, mencontek, plagiat, datang terlambat. JIka dibiarkan, kebiasaan kecil ini bisa berkembang jadi perilaku koruptif yang lebih besar. Padahal korupsi berdampak luas seperti merusak demokrasi, hukum, pasar, hak asasi manusia, hingga menurunkan kualitas hidup masyarakat. Akibatnya, bukan hanya uang yang hilang, tapi juga sumber daya manusia dan harapan bangsa ikut hancur. Karena itu, penting bagi kita untuk membiasakan disiplin, jujur, dan menjauhi kecurangan sejak dini agar tidak terbawa ke kehidupan yang lebih besar nanti. Hal sederhana seperti antre sebenarnya bisa membentuk karakter. Dari antre kita belajar manajemen waktu, disiplin, menghormati hak orang lain, bersosialisasi, hidup lebih teratur, dan jujur pada diri sendiri maupun orang lain.


Tema: Pengenalan nilai budaya dan etika kehidupan kampus, Tata krama dan norma kehidupan kampus, Terampil serta bijak dalam berkomunikasi melalui media sosial.

Oleh: Dimas Chairullah, S.Sos., CPS

Media sosial diibaratkan sebagai pedang bermata dua yang bisa menjadi sarana belajar, berkarya, dan terhubung, namun juga dapat menimbulkan masalah seperti kecemasan, cyberbullying, penipuan, serta standar hidup yang tidak realistis. Semua aktivitas online meninggalkan jejak digital yang bersifat permanen dan dapat memengaruhi masa depan, termasuk peluang kerja maupun beasiswa. Oleh karena itu, diperlukan sikap kritis dengan selalu memeriksa sumber informasi, waspada terhadap judul provokatif, serta menahan diri agar tidak menyebarkan hoaks. Etika berinternet juga menekankan pentingnya berpikir sebelum mengetik, menerapkan empati, menghindari cyberbullying, serta menyikapi komentar negatif dengan bijak. Penggunaan media sosial sebaiknya dibatasi melalui pengaturan waktu, digital detox, dan fokus pada interaksi nyata bersama keluarga serta teman. Selain itu, jangan terjebak standar kesempurnaan yang sering ditampilkan di media sosial, karena hal itu bisa menurunkan rasa percaya diri. Sebaliknya, fokuslah pada kelebihan diri dan gunakan media sosial sebagai inspirasi. Pada akhirnya, kunci utamanya adalah menjaga privasi, menyaring sebelum berbagi, menyebarkan hal positif, serta mengendalikan diri dalam penggunaan media digital.


Cek juga blog teman saya: auliasyabana

Fakultas Kedokteran

Media Sosial UNUSA:

Facebook 





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resume Unusa Perkuat Posisinya, FK Unusa Siapkan Pembukaan PPDS

Resume Materi Hari Pertama PKKMB UNUSA